Berapa Biaya Bangun Rumah Tipe 36 di 2026? Ini Rincian RAB Lengkapnya!

Published on August 26, 2026

Berapa Biaya Bangun Rumah Tipe 36 di 2026? Ini Rincian RAB Lengkapnya!

Membangun rumah tipe 36 masih menjadi pilihan populer bagi pasangan muda maupun keluarga kecil. Dengan luas bangunan yang relatif compact, rumah tipe 36 dapat dibuat nyaman sekaligus efisien dari sisi penggunaan material dan biaya pembangunan.

Namun, sebelum memulai proyek, penting untuk mengetahui perkiraan biaya agar anggaran tidak membengkak. Berikut gambaran biaya bangun rumah tipe 36 tahun 2026, contoh pembagian RAB, serta tips menghemat biaya pembangunan.

Baca juga: Solusi Supplier Renovasi Rumah Cikarang – YEN BANGUNAN

Estimasi Biaya Bangun Rumah Tipe 36

Salah satu cara praktis menghitung biaya pembangunan adalah menggunakan sistem borongan jasa dan material berdasarkan harga per meter persegi.

Sebagai gambaran, biaya pembangunan rumah standar hingga menengah dapat berada di kisaran Rp3.500.000–Rp4.500.000 per m², tergantung spesifikasi material, lokasi, desain, dan tingkat kesulitan pekerjaan.

Rumus sederhananya:

Total biaya = Luas bangunan × biaya per m²

Untuk rumah tipe 36:

  1. Rp3.500.000/m²: 36 × Rp3.500.000 = Rp126 juta
  2. Rp4.000.000/m²: 36 × Rp4.000.000 = Rp144 juta
  3. Rp4.500.000/m²: 36 × Rp4.500.000 = Rp162 juta

Jadi, perkiraan biaya fisik bangunan rumah tipe 36 berada di sekitar Rp126 juta–Rp162 juta.

Perlu diperhatikan: angka tersebut merupakan estimasi dan dapat berubah berdasarkan lokasi proyek, harga material, spesifikasi bangunan, desain, serta biaya tenaga kerja. Biaya tanah atau lahan belum termasuk.

Contoh Rincian RAB Rumah Tipe 36

Sebagai contoh, gunakan total anggaran Rp144 juta atau sekitar Rp4 juta/m².

1. Pondasi dan Struktur – 25%

Alokasi sekitar Rp36 juta.

Pekerjaan dapat meliputi:

  1. Galian dan pekerjaan tanah.
  2. Pondasi.
  3. Sloof.
  4. Kolom beton.
  5. Balok.
  6. Struktur beton bertulang.

Jenis dan ukuran pondasi maupun struktur harus disesuaikan dengan kondisi tanah dan hasil perhitungan struktur.

2. Dinding dan Partisi – 20%

Alokasi sekitar Rp28,8 juta.

Meliputi:

  1. Bata merah atau bata ringan.
  2. Plesteran.
  3. Acian.
  4. Pekerjaan pengecatan.

Pemilihan material dinding dapat disesuaikan dengan anggaran dan kebutuhan desain.

3. Atap dan Plafon – 18%

Alokasi sekitar Rp25,92 juta.

Dapat mencakup:

  1. Rangka atap baja ringan.
  2. Genteng atau atap metal.
  3. Plafon gypsum.
  4. Lis plafon.
  5. Aksesori pendukung atap.

4. Lantai – 12%

Alokasi sekitar Rp17,28 juta.

Meliputi kebutuhan seperti:

  1. Keramik lantai.
  2. Keramik kamar mandi.
  3. Perekat atau adukan.
  4. Nat.
  5. Material pendukung pemasangan.

Pemilihan ukuran dan jenis keramik dapat memengaruhi total biaya.

5. Kusen, Pintu, dan Jendela – 10%

Alokasi sekitar Rp14,4 juta.

Kebutuhannya dapat mencakup:

  1. Kusen aluminium atau material lainnya.
  2. Pintu utama.
  3. Pintu kamar.
  4. Jendela.
  5. Kaca.
  6. Aksesori pintu dan jendela.

6. Sanitasi dan Instalasi Air – 8%

Alokasi sekitar Rp11,52 juta.

Meliputi:

  1. Pipa air bersih.
  2. Pipa air kotor.
  3. Kloset.
  4. Shower.
  5. Floor drain.
  6. Septic tank.
  7. Perlengkapan sanitasi lainnya.

7. Instalasi Listrik dan Finishing – 7%

Alokasi sekitar Rp10,08 juta.

Kebutuhannya dapat meliputi:

  1. Kabel listrik.
  2. Sakelar.
  3. Stopkontak.
  4. Fitting lampu.
  5. Lampu.
  6. Pekerjaan finishing.
  7. Pembersihan akhir.

Apakah Rp150 Juta Cukup untuk Rumah Tipe 36?

Bisa, tergantung spesifikasi dan lokasi pembangunan.

Dengan anggaran sekitar Rp150 juta, secara perhitungan kasar biaya berada di sekitar Rp4,17 juta/m² untuk bangunan 36 m².

Namun, jangan menggunakan seluruh dana untuk pekerjaan utama. Sebaiknya siapkan dana cadangan sekitar 10% untuk mengantisipasi perubahan harga material, pekerjaan tambahan, atau kondisi lapangan yang tidak terduga.

Misalnya anggaran pembangunan Rp144 juta, dana cadangan 10% berarti sekitar Rp14,4 juta.

Dengan demikian, kebutuhan dana yang lebih aman berada di sekitar Rp158,4 juta, di luar biaya tanah.

Apa Saja yang Belum Termasuk dalam RAB?

Perhitungan biaya bangun rumah perlu diperhatikan secara menyeluruh. Estimasi biaya per m² di atas belum tentu mencakup semua kebutuhan.

Beberapa biaya yang mungkin perlu dihitung secara terpisah antara lain:

  1. Harga tanah.
  2. Biaya desain arsitek.
  3. Perizinan tertentu.
  4. Sambungan listrik dan air.
  5. Pagar dan gerbang.
  6. Carport atau kanopi.
  7. Furnitur.
  8. Kitchen set.
  9. Landscape atau taman.
  10. Biaya pemindahan material dan kondisi khusus lokasi.

Karena itu, sebaiknya minta RAB terperinci berdasarkan gambar kerja dan spesifikasi material sebelum proyek dimulai.

Lengkapi Kebutuhan Material Bangun Rumah di YEN BANGUNAN

Sedang merencanakan pembangunan atau renovasi rumah tipe 36 di Cikarang? Pemilihan supplier material yang tepat dapat membantu Anda mengontrol biaya sekaligus memastikan kebutuhan proyek tersedia sesuai spesifikasi.

YEN BANGUNAN merupakan toko bangunan cikarang menyediakan berbagai kebutuhan material konstruksi, mulai dari besi, semen, bata ringan, keramik, cat, pipa, atap, perkakas, hingga berbagai perlengkapan bangunan lainnya.

YEN BANGUNAN melayani kebutuhan material untuk area Cikarang Selatan, Jababeka, Delta Silicon, Deltamas, Cibitung, dan Tambun.

Hubungi YEN BANGUNAN untuk mengecek stok, harga, spesifikasi, dan kebutuhan material untuk pembangunan rumah Anda.

Yen Bangunan Cikarang

Yen Bangunan Cikarang (PT Yen Sejahtera) adalah toko bangunan terbesar dan terlengkap di Cikarang, yang sejak 2008 hadir sebagai one-stop solution untuk kontraktor, developer, dan kebutuhan industri di Bekasi, Cikarang, dan Karawang

Profil Perusahaan & Layanan Utama

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, Yen Bangunan menghadirkan:

Keunggulan Layanan & Fitur

👉KONSULTASI LEBIH DULU DENGAN KAMI👈