
Dalam dunia konstruksi, kekuatan struktur tidak hanya ditentukan oleh beton atau baja utama, tetapi juga oleh komponen kecil yang sering luput dari perhatian, salah satunya adalah angkur. Meski ukurannya relatif kecil, peran angkur sangat krusial untuk memastikan sambungan antar elemen bangunan tetap kokoh, stabil, dan aman dalam jangka panjang.
Artikel ini akan membahas secara ringkas namun komprehensif mengenai apa itu angkur, fungsinya, jenis-jenis angkur yang umum digunakan, serta contoh penerapannya di proyek bangunan, khususnya untuk kebutuhan konstruksi skala kecil hingga menengah.
Baca juga:
Rekomendasi Toko Bangunan Cikarang dengan Layanan 24 Jam dan Tepat Waktu
Apa Itu Angkur?

Angkur adalah elemen pengikat (anchoring system) yang digunakan untuk menanam dan mengikat satu elemen struktur ke elemen lainnya, umumnya ke beton, dinding, atau pondasi. Angkur bekerja dengan cara menahan gaya tarik, geser, atau kombinasi keduanya agar struktur tidak bergeser atau terlepas.
Dalam praktiknya, angkur sering digunakan untuk mengikat kolom baja ke beton, memasang railing, kanopi, rangka atap, hingga mesin atau peralatan berat ke lantai bangunan.
Fungsi Angkur dalam Proyek Bangunan
Fungsi utama angkur adalah memberikan kekuatan sambungan dan meningkatkan stabilitas struktur. Beberapa fungsi penting lainnya antara lain:
-
Menahan beban tarik dan geser pada sambungan struktur
-
Mencegah pergeseran akibat getaran, angin, atau beban dinamis
-
Menjamin posisi elemen tetap presisi sesuai desain
-
Meningkatkan faktor keamanan bangunan
Karena fungsinya yang vital, pemilihan jenis angkur tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan proyek.
Jenis-Jenis Angkur yang Umum Digunakan
Secara umum, angkur dibedakan berdasarkan metode pemasangan dan materialnya. Berikut beberapa jenis angkur yang paling sering digunakan di lapangan:
-
Angkur Baut (Anchor Bolt)
Digunakan untuk mengikat struktur baja ke beton, biasanya dipasang saat pengecoran. -
Angkur Tanam (Chemical Anchor)
Menggunakan bahan kimia (epoxy atau resin) untuk daya rekat tinggi, cocok untuk retrofit atau renovasi. -
Angkur Mekanis (Expansion Anchor)
Bekerja dengan sistem mengembang saat dikencangkan, praktis dan cepat dipasang. -
Angkur Plat atau Angkur Besi Polos
Umum digunakan pada konstruksi sederhana atau proyek rumah tinggal.
Pemilihan jenis angkur perlu mempertimbangkan beban, kondisi lingkungan, serta jenis material yang diikat.
Contoh Penggunaan Angkur di Proyek Bangunan
Dalam proyek bangunan sehari-hari, angkur digunakan pada berbagai aplikasi, seperti:
-
Pemasangan kolom baja pada pondasi beton
-
Instalasi kanopi dan rangka baja ringan
-
Pemasangan pagar, railing tangga, dan handrail
-
Pengikatan mesin atau peralatan industri ke lantai
Untuk hasil optimal, pastikan angkur dipasang sesuai standar teknis dan menggunakan produk berkualitas. Yen Bangunan menyediakan berbagai kebutuhan material bangunan, termasuk angkur dengan spesifikasi yang sesuai untuk proyek rumah hingga komersial ringan.










