
Dalam dunia konstruksi, penggunaan baut baja bukan sekadar memilih pengikat yang kuat, tetapi memilih komponen yang benar-benar sesuai dengan struktur, beban, dan kondisi lingkungannya. Setiap jenis baut memiliki bentuk, kekuatan, dan fungsi yang berbeda. Untuk Anda yang sedang membangun rumah, membuat rangka baja ringan, atau mengerjakan instalasi mekanikal, memahami jenis baut sejak awal akan membuat pekerjaan lebih aman dan efisien.
Artikel ini merangkum berbagai jenis baut baja yang paling umum dan fungsinya, berdasarkan standar industri yang digunakan kontraktor dan teknisi profesional.
Baca juga:
Rekomendasi Toko Bangunan Cikarang dengan Layanan 24 Jam dan Tepat Waktu
Toko Besi Cikarang Terbaik: Hubungi Yen Bangunan di 081315147952
Toko Listrik Cikarang – Solusi Lengkap untuk Kebutuhan Instalasi
Jenis-Jenis Baut Baja dan Fungsinya
1. Hex Bolt (Baut Kepala Segi Enam)
Jenis baut paling umum.
Fungsi: Mengikat rangka baja, kanopi, mesin, struktur berat.
Stabil, mudah dikencangkan, dan tersedia dalam banyak ukuran.
2. Carriage Bolt (Baut Kubah / Kepala Jamur)
Memiliki kepala bulat dan leher kotak.
Fungsi: Digunakan pada kayu, rangka pagar, dan sambungan yang membutuhkan permukaan rata tanpa sudut tajam.
3. Full Thread Bolt (Baut Ulir Penuh)
Ulir di seluruh batang baut.
Fungsi: Memberikan cengkeraman maksimal pada material yang membutuhkan tekanan merata.
4. Partial Thread Bolt (Ulir Sebagian)
Sebagian batang tidak berulir.
Fungsi: Cocok untuk sambungan yang perlu daya tekan tinggi, terutama pada konstruksi baja.
5. U-Bolt
Berbentuk huruf U.
Fungsi: Mengikat pipa, tiang bulat, rangka tabung, hingga komponen otomotif.
6. L-Bolt / Anchor Bolt
Berbentuk L dan ditanam dalam beton.
Fungsi: Mengunci kolom, plat base, dan struktur yang membutuhkan anchor kuat.
7. Eye Bolt
Memiliki cincin (eye) pada kepalanya.
Fungsi: Untuk mengangkat beban, mengikat tali, rigging, dan keperluan lifting.
8. J-Bolt
Bentuk seperti huruf J.
Fungsi: Sebagai anchor pada beton, digunakan pada konstruksi pagar, mesin, atau struktur besi.
9. Flange Bolt
Memiliki washer menyatu di kepalanya.
Fungsi: Memberikan tekanan lebih merata tanpa perlu ring tambahan. Cocok untuk otomotif dan mesin.
10. Stud Bolt / Double End Bolt
Ulir di kedua ujung, tanpa kepala.
Fungsi: Banyak dipakai pada flange pipa, mesin industri, dan sambungan tekanan tinggi.
11. Countersunk Bolt (Baut Sekrup Kepala Rata)
Kepalanya bisa masuk ke dalam permukaan.
Fungsi: Dipakai pada instalasi yang butuh permukaan rata dan rapi, seperti panel dan furniture besi.
12. Shoulder Bolt (Baut Bahu)
Memiliki area halus tanpa ulir (shoulder).
Fungsi: Cocok untuk sambungan yang membutuhkan poros gerak kecil, seperti mekanisme sliding.
13. Tap Bolt
Sejenis hex bolt, namun ulir penuh.
Fungsi: Digunakan pada sambungan yang langsung masuk ke ulir material tanpa mur.
14. Lag Bolt (Lag Screw)
Bentuk seperti skrup besar dan kuat.
Fungsi: Mengikat kayu tebal ke struktur baja atau beton.
15. Machine Bolt
Hex bolt standar untuk mesin dan konstruksi.
Fungsi: Untuk sambungan presisi pada perangkat mekanikal.
Cara Memilih Baut Baja yang Tepat (Anti Salah Pilih)
-
Cek jenis beban: Tarikan, tekanan, atau geser.
-
Perhatikan panjang ulir: Apakah perlu full thread atau partial.
-
Gunakan finishing galvanis atau zinc plating untuk area lembap agar antikarat.
-
Sesuaikan grade baja (A307, A325, A490, dll) dengan kebutuhan kekuatan.
-
Belanja di tempat terpercaya seperti Yen Bangunan agar kualitas terjamin.
Rekomendasi Baut Baja Berkualitas dari Yen Bangunan
Yen Bangunan menyediakan berbagai jenis baut baja lengkap—mulai dari hex bolt, stud bolt, U-bolt, hingga anchor bolt—dengan pilihan ukuran dan grade yang sesuai kebutuhan proyek kecil hingga konstruksi skala besar.






