YEN BANGUNAN

TM

  • HOME
  • Product
  • About us
  • BLOG
Kebutuhan Project?
Kebutuhan Project?

38 Rumah Adat Setiap Provinsi di Indonesia dan Filosofinya

Rumah Adat

Indonesia bukan hanya kaya sumber daya alam, tapi juga budaya. Salah satu wujud nyata kekayaan itu terlihat dari rumah adat Indonesia yang tersebar di setiap daerah. Setiap rumah adat punya bentuk arsitektur unik, fungsi sosial, hingga filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun.

Sebagai kontraktor atau pekerja bangunan, memahami rumah adat juga bisa jadi inspirasi. Tidak jarang elemen tradisional diadaptasi ke desain modern, baik dalam pemilihan material, bentuk atap, maupun tata ruang.

Di artikel ini, kita akan membahas 38 rumah adat terpopuler di Indonesia beserta filosofinya. Mari kita telusuri keindahan arsitektur Nusantara.

[Baca juga:  Beli Bahan Bangunan di Cikarang? Ini dia Toko Terpercaya Pilihan Warga Lokal! ]

Daftar 38 Rumah Adat Indonesia dan Filosofinya

1. Rumah Gadang (Sumatera Barat)

Berbentuk atap gonjong menyerupai tanduk kerbau, melambangkan semangat juang. Filosofinya: kebersamaan dan musyawarah Minangkabau.

2. Rumah Bolon (Sumatera Utara)

Rumah besar Batak dengan ukiran khas. Filosofinya: kehormatan keluarga dan kekuatan persatuan.

3. Rumah Limas (Sumatera Selatan)

Memiliki struktur bertingkat, menandakan status sosial pemilik. Filosofinya: kehidupan berjenjang dan sopan santun.

4. Rumah Belah Bubung (Bengkulu)

Atap segitiga sederhana. Filosofinya: kejujuran dan keterbukaan dalam hidup.

5. Rumah Panggung Kajang Leko (Jambi)

Rumah Panggung Kajang Leko

Rumah panggung untuk menghindari banjir. Filosofinya: adaptasi manusia terhadap alam.

6. Rumah Krong Bade (Aceh)

Atap tinggi berbentuk segitiga. Filosofinya: hubungan manusia, Tuhan, dan alam.

7. Rumah Rakit (Sumatera Selatan)

Rumah terapung di sungai Musi. Filosofinya: fleksibilitas dan hidup berdampingan dengan air.

8. Rumah Rakit Banjarmasin (Kalimantan Selatan)

Dibangun di atas sungai untuk mobilitas dagang. Filosofinya: ketahanan hidup masyarakat pesisir.

9. Rumah Lamin (Kalimantan Timur)

Panjang bisa mencapai 300 meter. Filosofinya: persaudaraan dan kebersamaan suku Dayak.

10. Rumah Betang (Kalimantan Tengah)

Serupa Lamin, dihuni banyak keluarga. Filosofinya: toleransi antar individu.

11. Rumah Bubungan Tinggi (Kalimantan Selatan)

Atap lancip ke atas. Filosofinya: penghormatan terhadap adat Banjar.

12. Rumah Panjang (Kalimantan Barat)

Rumah komunitas Dayak. Filosofinya: kerja sama dan keterikatan antar keluarga.

13. Rumah Baileo (Maluku)

Rumah pertemuan adat. Filosofinya: tempat musyawarah dan simbol demokrasi lokal.

14. Rumah Sasadu (Maluku Utara)

Terbuka tanpa dinding. Filosofinya: keterbukaan dalam bermasyarakat.

15. Rumah Honai (Papua)

Bundar kecil beratap jerami. Filosofinya: kehangatan keluarga dan kesederhanaan.

16. Rumah Kariwari (Papua)

Rumah suku Tobati, berbentuk kerucut. Filosofinya: kedekatan dengan roh leluhur.

17. Rumah Tongkonan (Sulawesi Selatan)

Atap menyerupai perahu. Filosofinya: ikatan darah dan silsilah keluarga Toraja.

18. Rumah Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara)

Rumah panggung dengan ukiran khas. Filosofinya: keharmonisan masyarakat.

19. Rumah Tambi (Sulawesi Tengah)

Atap menjulang ke atas. Filosofinya: penghormatan pada alam semesta.

20. Rumah Buton (Sulawesi Tenggara)

Berjenjang empat tingkat. Filosofinya: struktur sosial masyarakat Buton.

21. Rumah Banua Tada (Sulawesi Tenggara)

Atap berbentuk segitiga. Filosofinya: ketegasan dan prinsip hidup.

22. Rumah Sumbanese (Sumba, NTT)

Atap tinggi menjulang. Filosofinya: kedekatan dengan para leluhur.

23. Rumah Sao Ria (Flores, NTT)

Rumah suku Ngada dengan atap kerucut. Filosofinya: persatuan keluarga.

24. Rumah Uma Lengge (Bima, NTB)

Berbentuk kerucut dengan tiang kayu. Filosofinya: ketahanan terhadap cuaca ekstrem.

25. Rumah Bale Tani (Lombok, NTB)

Sederhana dan rendah. Filosofinya: kesederhanaan hidup petani.

26. Rumah Joglo (Jawa Tengah)

Bertiang empat dengan atap tinggi. Filosofinya: kebijaksanaan dan keluhuran budi.

27. Rumah Limasan (Jawa Tengah & Jawa Timur)

Bentuk atap bersusun. Filosofinya: keseimbangan hidup.

28. Rumah Kampung (Jawa Barat)

Rumah Sunda sederhana. Filosofinya: keselarasan dengan alam.

29. Rumah Baduy (Banten)

Bahan alami dari bambu dan ijuk. Filosofinya: hidup apa adanya.

30. Rumah Kebaya (Betawi, Jakarta)

Atap menyerupai lipatan kebaya. Filosofinya: keanggunan dan keramahan.

31. Rumah Panggung Banjar (Kalimantan Selatan)

Rumah Panggung Kajang Leko

Tinggi untuk menghindari banjir. Filosofinya: adaptasi dan keselamatan.

32. Rumah Sopo Godang (Sumatera Utara)

Balai adat Batak. Filosofinya: pusat musyawarah dan persatuan.

33. Rumah Adat Lampung Nuwo Sesat

Rumah panggung untuk musyawarah. Filosofinya: kebersamaan dan gotong royong.

34. Rumah Adat Riau Selaso Jatuh Kembar

Balai serbaguna masyarakat Melayu. Filosofinya: tempat berkumpul bersama.

35. Rumah Tambi (Sulawesi Tengah)

Rumah kecil tinggi atap. Filosofinya: hubungan manusia dengan langit.

36. Rumah Walewangko (Sulawesi Utara)

Rumah kayu besar. Filosofinya: persatuan keluarga besar Minahasa.

37. Rumah Nias Omo Hada (Sumatera Utara)

Rumah panggung tahan gempa. Filosofinya: keteguhan dan perlindungan.

38. Rumah Adat Bali (Bale Banjar & Bale Gede)

Kompleks rumah dengan pura kecil. Filosofinya: keseimbangan sekala (nyata) dan niskala (spiritual).

Filosofi Rumah Adat Indonesia Bagi Generasi Sekarang

Rumah adat tidak hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga cerminan identitas, nilai moral, dan kearifan lokal. Di era modern, unsur rumah adat sering diadaptasi ke arsitektur masa kini, baik untuk hunian pribadi maupun bangunan publik.

Sebagai kontraktor atau pengembang, memahami filosofi ini bisa memberi inspirasi desain yang lebih bermakna dan berkarakter.

Penutup

Melihat 38 rumah adat Indonesia beserta filosofinya, kita belajar bahwa setiap desain selalu lahir dari kebutuhan, lingkungan, dan nilai budaya.

Di dunia konstruksi modern, memilih material tepat adalah langkah penting untuk menjaga kekuatan bangunan. Jika Anda sedang merencanakan proyek di Cikarang dan sekitarnya, Yen Bangunan Cikarang siap membantu dengan berbagai kebutuhan material, mulai dari besi beton, semen, hingga bahan finishing.

Yen Bangunan Cikarang

toko bangunan cikarang
toko bangunan cikarang
toko bangunan cikarang
toko bangunan cikarang
toko bangunan cikarang

Yen Bangunan Cikarang (PT Yen Sejahtera) adalah toko bangunan terbesar dan terlengkap di Cikarang, yang sejak 2008 hadir sebagai one-stop solution untuk kontraktor, developer, dan kebutuhan industri di Bekasi, Cikarang, dan Karawang

Profil Perusahaan & Layanan Utama

Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun, Yen Bangunan menghadirkan:

  • Lebih dari 5.000 SKU produk, mencakup material seperti semen, besi, baja ringan, cat, keramik, alat teknik & kebutuhan industri.
  • Telah melayani 700+ proyek dan puluhan perusahaan industri/pabrik di kawasan Cikarang & sekitarnya

Keunggulan Layanan & Fitur

  • Free Delivery area Cikarang — memudahkan pengiriman langsung ke lokasi proyek tanpa biaya ekstra.
  • Layanan Request Order, menyediakan layanan pemesanan khusus untuk kebutuhan volume besar baik material proyek maupun kebutuhan pabrik.
  • Customer Service 24 jam, tim siap melayani pertanyaan atau kebutuhan pengadaan kapan saja — penting untuk tim pengadaan di proyek aktif.
  • All-in-One dan Harga Kompetitif — solusi produk lengkap dalam satu lokasi dengan harga yang efisien bagi tim purchasing dan developer.

👉KONSULTASI LEBIH DULU DENGAN KAMI👈

YEN BANGUNAN

TM

Lippo Cikarang Sukadami, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 17530

081315147952

LINK

Home

Produk

Tentang Kami

Blog

Follow Kami

@yenbangunan

YEN BANGUNAN

TM

©2009

 

Memuat Komentar...